Rage, Sulitnya Menjaga Kepercayaan

Kepercayaan tidak mudah didapat. Salah paham, prasangka buruk, curiga, dan cemburu bisa membuat orang merasa terkhianati dan kepercayaan pun hilang. Dan, pesan ini yang menjadi tema besar dari film garapan Lee Sang Il, Rage.Rage-Ikari-2017 [2017.07.16_22.52.30]

Membuka cerita dengan perburuan polisi terhadap tersangka pembunuhan brutal sepasang suami istri dimana sang pembunuh meninggalkan pesan kata ‘Kemarahan.’

Beberapa penemuan mengenai tersangka terus dikabarkan melalui berita televisi yang diselipkan dalam tiga cerita berbeda di tiga tempat yang berbeda, Tokyo, Okinawa dan Chiba.

Sejalan dengan perjalanan alur, petunjuk yang ditampilkan dalam pemberitaaan televisi ini menimbulkan kecurigaan dan salah paham yang berujung pada kemarahan.

Cerita pertama dibuka dengan Yohei, diperankan Ken Watanabe, ayah yang membawa pulang anak perempuannya, Aiko (Aoi Miyazaki), pulang ke kota kecil di Chiba setelah ketahuan bekerja sebagai pekerja seksual. Di kota kecil ini, status anak perempuannya itu jelas jadi perbincangan.

Sementara itu, Aiko terlihat akrab dengan salah satu pegawai perusahaannya yang merupakan pendatang baru di kota dan baru bekerja dengannya dua bulan. Sebagai ayah, Yohei tentu kuatir dan ingin tahu lebih banyak dengan Tashiro (Kenichi Matsuyama), pria misterius yang dekat dengan anaknya. Ketidaktahuannya mengenai latar belakang Tashiro dan penyelidikan tentang pembunuhan membuat ia pun berprasangka buruk terhadap Tashiro.

Sementara itu, di salah satu kepulauan kecil di Okinawa, Izumi (Suzu Hirose) bertemu dengan Tanaka (Mirai Moriyama), pelancong yang tinggal di salah satu reruntuhan rumah di pulau terpencil tersebut. Persahabatan terjalin, tetapi sosok Tanaka tetap misterius. Ia bahkan meminta Izumi untuk memberitahu keberadaannya pada orang lain.

Konflik terjalin ketika saat Izumi diperkosa oleh dua tentara Amerika saat berkencan dengan Tatsuya (Takara Sakumoto) dan menghabiskan waktu bersama bertiga dengan Tanaka. Rasa bersalah yang menghantui Tanaka dan Tatsuya terhadap apa yang menimpa Izumi ini yang kemudian malah menimbulkan kesalahpahaman dan prasangka di antara kedua.

Sedangkan cerita terakhir mengambil lokasi di Tokyo dimana Satoshi Tsumabuki berperan sebagai Yuma, seorang gay yang bertemu dengan Naoto (Gou Ayano) dalam pesta. Walau memiliki latar belakang misterius, Yuma bersimpati pada Naoto dan mengajaknya tinggal bersama.2017-07-17_21.42.56

Sayang, kepercayaannya pada Naoto runtuh oleh rasa cemburu setelah melihat Naoto bertemu dengan seorang wanita di sebuah kafe. Terpicu oleh cemburu, muncullah kemarahan Yuma pada Naoto. Mengamati petunjuk yang disiarkan melalui pemberitaan di televisi dan Internet, ia mencurigai Naoto sebagai tersangka pembunuhan yang sedang dicari-cari polisi.

Selama dua jam 22 menit, Lee Sang Il sukses mengocok emosi penonton dan menebak-nebak siapa dari ketiga tokoh pendatang baru ini yang sebenarnya pelaku pembunuhan. Alur cerita sengaja dijahit berpindah-pindah cepat dari satu lokasi ke lokasi lain sehingga semakin mengecoh sekaligus membuat penonton penasaran.

Penyelesaian konflik tiap cerita pun dibuat berbeda untuk menunjukkan variasi orang mengatasi kemarahan. Ada yang bisa berdamai, ada yang menyesal, ada yang tetap marah.

Gambar dalam setiap frame adegan juga cantik dan nikmat ditonton dari warna gambar dan sudut pengambilan gambar.

Akting para pemain juga kuat mendukung alur cerita. Akting Satoshi Tsumabuki dan Takara Sukamoto di film ini menghasilkan satu piala kemenangan dalam Japan Academy Award ke-40 yang berlangsung 3 Maret yang lalu. Satoshi meraih piala aktor pendukung terbaik, dan Takara piala aktor pendatang baru.

Kolaborasi Satoshi dengan Lee Sang Il tampaknya kerap membuahkan penghargaan. Di tahun 2010, Satoshi membawa pulang piala aktor terbaik dalam film garapan Lee Sang Il Akunin.

Rage-Ikari-2016[2017.07.16_23.01.30]

Advertisements