Bulan Maret Yth, Kenapa Sibuk Sekali Gelar Konser di Jakarta?

Entah karena menunggu musim hujan kelar atau musim liburan selesai (tahun baru & imlek), yang pasti serbuan konser di Jakarta di bulan Maret ini membuat kantong sekarat. Harga tiket konser-konser terkadang tidak masuk di akal. Jika konser dengan harga selangit itu datang sebulan sekali, mungkin masih masuk akal. Tetapi, buat penikmat musik segala, Barat ataupun Asia (ehm, Korea tepatnya) serbuan seperti yang akan terjadi Maret ini artinya mimpi buruk.

Konser Continue reading

Advertisements

Sumoboo, Hong Tang atau Blackball? Suka Yang Mana?

Favorit Sumoboo, Kakigori

Favorit Sumoboo, Kakigori

Camilan es campur bubble dari Taiwan sekarang ini sukses membuat banyak orang ketagihan. Dibanding nongkrong di kedai kopi seperti Starbucks dimana per orang-nya minimum menghabiskan kocek di atas 30 ribu perak untuk secangkir kopi, menongkrong di mal di kedai snack Taiwan ini jelas lebih murah karena semangkok es campur bubble yang rata-rata seharga 30 ribu perak ini bisa dinikmati berdua.
Continue reading

Parasyte Part 1 Buka Mata Penikmat Film Buta Manga

Sejalan dengan umur, tanpa disadari, ada perubahan selera dan juga pendekatan dalam penentuan menonton film di bioskop. Jika dulu paling malas menonton film serius, sekarang film dengan iming-iming nominasi berbagai penghargaan sangatlah penting. Dulu paling malas menonton film bukan berbahasa Inggris, sekarang film Mandarin, Jerman, Korea atau Jepang dilahap juga.

Jika dulu harus cari tahu dulu tentang film, entah itu dari segi alur cerita, pemeran atau aspek produksi lainnya, sekarang unsur impulsif. Cek lewat situs teater, ada yang kira-kira menarik, cari lokasi paling gampang dijangkau plus harga tiket murah, langsung dijabani.

Kredit foto: Encore Films FB

Kredit foto: Encore Films FB

Semua fakta di atas itulah yang dialami saat menonton “Parasyte Part 1,” film Jepang yang diputar jaringan bioskop Blitz Megaplex. Sedikit sekali info tentang film ini, kecuali cerita diangkat dari manga dan pemerannya, Shota Sometani, aktor baru Jepang yang berakting memukau dalam “Himizu.” Tapi, sebagai penonton yang buta manga alias kosong sama sekali tentang versi manga atau anime film ini, alur cerita film akan seperti apa jelas kosong juga. Hanya mungkin poster film ini sudah cukup informasi. Ada parasite di tangan sang pemeran utama.

Continue reading

Mabuk Kepayang Oleh Vinyl dan Kopi Di Pasar Santa

Sejak September 2014, Pasar Santa rupanya telah berubah menjadi tempat tongkrongan baru para hipster alias anak gaul Selatan. Namanya kini berubah menjadi Pasar Modern Santa. Walau agak masuk ke dalam, dari segi lokasi pasar yang dikelola oleh PD Pasar Jaya ini cukup mudah dicari. Jika naik kendaraan umum, pilih saja bus arah Blok M yang melintas Jalan Wolter Mongonsidi dan minta diturunkan di Pasar Santa. Jika menggunakan taxi, minta langsung diantarkan ke Pasar Santa yang terletak di Jalan Cipaku I.

10678689_10204901443039834_4441121926259988566_n

Dari berbagai info yang didapat, banyak yang merekomendasikan sebaiknya mengunjungi pasar di sore atau malam hari. Kenapa? Ternyata, ya sesuai dengan namanya pasar, tempat ini sama sekali tidak ada pendingin ruangannya. Jadi, jika datang sore atau malam hari, suasana pun akan terasa lebih teduh. Jika tetap ingin datang siang hari, ya, jangan lupalah untuk membawa kipas. Juga jangan heran jika tempat tongkrongan yang lagi ngehip itu tidak langsung ditemukan ketika sudah tiba di sana karena lokasi tongkrongan terletak di lantai atas pasar (lantai satu). Di sisi sebelah kanan lantai satu, tepatnya.

Continue reading